Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

Permen Karet Ini Beda dari Biasanya, Ada Nano-Fluorapatit untuk Bantu Perbaiki Email Gigi

×

Permen Karet Ini Beda dari Biasanya, Ada Nano-Fluorapatit untuk Bantu Perbaiki Email Gigi

Sebarkan artikel ini

Yogyakarta, UpdateKini – Permen karet umumnya dikenal sebagai produk untuk menyegarkan napas. Namun, mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan inovasi berbeda melalui ChewMelo, permen karet fungsional berbasis eritritol dan nano-fluorapatit (nFAp) yang dirancang untuk membantu menjaga kesehatan gigi.

 

Inovasi tersebut dikembangkan oleh Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) UGM 2026. ChewMelo dirancang sebagai media penghantaran bahan aktif yang berpotensi membantu proses remineralisasi email gigi sekaligus menghambat pertumbuhan bakteri penyebab karies.

 

Melalui website resmi Universitas Gadjah Mada dijelaskan, pengembangan ChewMelo berangkat dari tingginya angka karies gigi di Indonesia, terutama pada kelompok usia remaja dan dewasa muda. Tim kemudian menghadirkan pendekatan preventif yang lebih praktis dan dekat dengan kebiasaan masyarakat dalam menjaga kesehatan rongga mulut.

 

Ketua Tim ChewMelo, Achmad Musa Nurhadi, mengatakan pemilihan permen karet sebagai media penghantaran bahan aktif karena produk tersebut telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat sehingga lebih mudah diterima.

 

“Kami ingin menghadirkan solusi yang dekat dengan kebiasaan masyarakat sehingga mudah diterapkan. Permen karet merupakan produk yang disukai dan sering dikonsumsi remaja, sehingga memiliki potensi menjadi sarana penghantaran bahan aktif untuk menjaga kesehatan gigi secara lebih praktis,” ujar Achmad, Senin (27/7).

 

Berbeda dengan permen karet pada umumnya, ChewMelo mengombinasikan nano-fluorapatit dan eritritol untuk memberikan manfaat ganda bagi kesehatan gigi. Nano-fluorapatit berperan sebagai sumber ion kalsium, fosfat, dan fluorida yang dibutuhkan dalam proses remineralisasi email gigi. Sementara eritritol diketahui mampu membantu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab karies.

 

Untuk menguji efektivitas produk, tim melakukan serangkaian penelitian di laboratorium. Uji antibakteri yang dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Farmasi UGM menunjukkan adanya penurunan pertumbuhan Streptococcus mutans, bakteri utama penyebab karies gigi.

 

Sementara itu, pengujian remineralisasi di Laboratorium Bahan dan Produksi Sekolah Vokasi UGM menunjukkan peningkatan kekerasan email gigi setelah aplikasi eluen permen karet selama tujuh hari serta kemampuan mempertahankan kekerasan email setelah melalui proses pH cycling.

 

“Temuan ini menunjukkan bahwa permen karet tidak hanya berpotensi menghambat pertumbuhan bakteri penyebab karies, tetapi justru membantu mendukung proses remineralisasi gigi,” kata Achmad.

 

Penelitian ChewMelo melibatkan mahasiswa lintas disiplin ilmu, yakni Achmad Musa Nurhadi (Kedokteran Gigi), Dimar Raihan Ganendra Putra (Farmasi), Fajar Sindu Aji (Kedokteran), Najwa Laili Fajri (Teknik Kimia), dan Tsabita Puan Najla (Kedokteran Gigi), di bawah bimbingan Dr. drg. Dyah Anindya Widyasrini, M.D.Sc.

 

Dalam proses pengembangannya, tim melalui berbagai tahapan mulai dari sintesis hijau nano-fluorapatit, karakterisasi material, formulasi permen karet, hingga pengujian aktivitas biologis. Salah satu tantangannya adalah menghasilkan permen karet yang tetap elastis dan nyaman dikunyah tanpa mengurangi efektivitas bahan aktif.

 

Saat ini, tim ChewMelo masih melakukan penyempurnaan melalui pengujian lanjutan terhadap pelepasan ion kalsium, fosfat, dan fluorida untuk mengevaluasi lebih jauh potensi remineralisasi produk.

 

Inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan alternatif produk kesehatan gigi preventif yang praktis, berbasis sumber daya lokal, dan mudah diterapkan masyarakat. ChewMelo juga dipersiapkan untuk mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2026.